BEM STAIS TAHLILAN
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Pasuruan yang terletak di Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo 45 adalah satu-satunya Kampus yang berada dibawah naungan Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Pasuruan, oleh karenanya kultur Mahasiswanya ala NU yang meyakini bahwa malam Jum'at adalah malam untuk memperbanyak kegiatan keagamaan seperti membaca Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani, Maulid Diba', Maulid Simtud Duror/Habsi, atau membaca Surah Yasin dan Tahlil, kegiatan-kegiatan seperti itu sudah tidak asing lagi dan bahkan sudah menjadi tradisi bagi warga Nahdliyin (sebutan pada Orang NU).
BEM STAIS mengaplikasikan salah satu kegiatan keagamaan tersebut dengan Pembacaan Surah Yasin dan Tahlil atau yang biasa disebut dengan "Tahlilan" dimana kegiatan keagamaan ini sudah menjadi agenda rutin tiap malam Jum'at malalui raker BEM STAIS preode 2014-2015, dan dilaksanakan setelah selesai proses perkuliahan sehingga peserta yang mau ikut tidak terlalu banyak karena sudah agak malam mengingat Mahasiswa di STAIS ini rata-rata rumahnya jauh.
Kegiatan keagamaan yang sudah menjadi ciri has bagi warga Nahdliyin ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata karena Tahlilan merupakan suatu bentuk dari rasa terimakasih bagi yang masihhidup untuk yang sudah mati dengan memohonkan ampunan kepada sang Maha Pencipta (Allah SWT) atas segala dosa-dosanya orang yang telah mendahuluinya, dan sebagai Wasilah untuk meminta kepada Allah SWT agar semua Hajat terkabulkan dengan gambaran "sebuah pesan akan cepat sampai kepada yang dituju apabila melalui orang yang tepat" yang mana hal ini juga dilakukan oleh Nabi Adam dalam Taubatnya dengan menyebut nama Muhammad SAW karenah telah melanggar perintah Allah SWT menjahui pohon Huldi.
Pada kali ini kegiatan Tahlilan ini dibuka dengan pembacaan surah Al-Fatihah oleh Jailani anak semester 6 dilanjutkan membaca surah Yasin yang dipimpin oleh Mis'ad dari semester 4, untuk pembacaan Tahlil beserta Do'anya dipimpin oleh Wildan sebagai Kosma dari semester 6, setelah selesai kegiatan pihak BEM tidak bisa memberikan apa-apa pada Mahasiswa yang ikut hanya ada Air Mineral dalam kemasan gelasan yang diberikan namun itu sudah dianggap cukup bagi mereka.
Kamis, 7 Mei 2015
Penulis
Achmad Muntaha / Pak De
Menpitu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar